R

Terimakasih Atas Kunjungannya...!!! Semoga Blog ini Dapat Menjadikan Ladang Ibadah Bagi kita.

Rabu, Maret 25, 2015

Karomah Al-Habib Husein Bin Abu Bakar Alaydrus

Al-Habib Husein Bin Abu Bakar Alaydrus
Al-Habib Husein Bin Abu Bakar Alaydrus
Ia lahir di Migrab, dekat Hazam, Hadramaut, Jazirah Arabia, Habib Husein bin Abubakar Alaydrus memperoleh ilmu tanpa belajar atau dalam istilah Arabnya “ Ilmu Wahbi “ , yaitu pemberian dari Allah tanpa belajar terlebih dahulu. 
Silsilah beliau : 
Habib Husein bin Abubakar bin Abdullah bin Husein bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Husein bin Abdullah bin Abubakar Al-Sakran bin Abdurrahman Assaqqaf bin Muhammad Maula Al-Dawilah bin Ali bin Alwi bin Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam bin Ali bin Muhammad Shahib Mirbath.  Ia adalah putra kedua dari Siti Fatima. yang tertera pada tulisan di dinding depan pintu makam. disebuah marmer yang menempel pada tembok makamnya, tertulis tanggal wafatnya hari Kamis, 24 Juni 1756. Ia beserta muridnya, Abdul Kadir bin Adam, dimakamkan di masjid. Dulu makam mereka terletak di dalam masjid, namun karena perluasan bangunan, kemudian dipindah di luar masjid.
Ketika masih usia belia, sang ibundanya menitipkan Habib Husein pada seorang “Alim Shufi”. Disanalah ia menerima tempaan pembelajaran thariqah. Di tengah-tengah kehidupan di antara murid-murid yang lain, tampak Habib Husein memiliki perilaku dan sifat-sifat yang lebih dari teman-temannya.

Sebagai ahli thariqah beliau senantiasa memiliki panggilan untuk melakukan hijrah, dalam rangka mensiarkan islam ke belahan bumi Allah. Untuk melaksanakan keinginan tersebut Habib Husein tidak kekurangan akal, ia bergegas menghampiri para kafilah dan musafir yang sedang melakukan jual-beli di pasar pada setiap hari Jum’at.
Setelah dipastikan mendapatkan tumpangan dari salah seorang kafilah yang hendak bertolak ke India, maka Habib Husein segera menghampiri ibunya untuk meminta ijin.

Walau dengan berat hati, seorang ibu harus melepaskan dan merelakan kepergian puteranya. Habib Husein mencoba membesarkan hati ibunya sambil berkata : “janganlah takut dan berkecil hati, apapun akan ku hadapi, senantiasa bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya ia bersama kita.” Akhirnya berangkatlah Al Habib Husein menuju daratan India. 


Sesampainya beliau di India yaitu disebuah kota bernama “Surati” atau lebih dikenal kota Gujarat, sedangkan penduduknya beragama Budha. Mulailah Habib Husein mensi’arkan Islam dikota tersebut dan kota-kota sekitarnya.

Kedatangan Habib Husein di kota tersebut membawa Rahmatan Lil-Alamin. Karena daerah yang asalnya kering dan tandus, kemudian dengan kebesaran Allah maka berubah menjadi daerah yang subur. sampai Agama Islam pun berkembang pesat.

Hingga kini belum ditemukan sumber yang pasti berapa lama Habib Husein bermukim di India. Tidak lama kemudian ia melanjutkan misi hijrahnya menuju wilayah Asia Tenggara hingga sampai di pulau Jawa dan tiba di Batavia sekitar tahun 1736 M. bersama para pedagang dari Gujarat di pelabuhan Sunda Kelapa. Di duga sewaktu berusia 20 tahun dan menetap di kota Batavia, sebutan kota Jakarta tempo dulu.
Beliau mendirikan Surau sebagai pusat pengembangan ajaran Islam. sehingga lambat laun banyak yang berkunjung dari penduduk sekitarnya maupun datang dari berbagai daerah untuk belajar Islam atau banyak juga yang datang untuk memohon do’anya.

Karena pesatnya pertumbuhan dan minatnya orang yang datang untuk belajar agama Islam kepada Habib Husein, sehingga mengundang kemurkaan dari pemerintah VOC Belanda, yang di pandang akan menggangu ketertiban dan keamanan. Akhirnya Habib Husein beserta beberapa pengikut utamanya di jatuhi hukuman, dan ditahan di penjara Glodok. 

Dalam ajaran Islam karomah di maksudkan sebagai khariqun lil adat yang berarti kejadian luar biasa pada seseorang wali Allah. diartikan suci dan dapat mengadakan sesuatu di luar kemampuan manusia biasa karena ketakwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karomah merupakan tanda-tanda kebenaran sikap dan tingkah laku seseorang, yang merupakan anugrah Allah SWT karena ketakwaannya, berikut ini terdapat beberapa karomah yang dimiliki oleh Al Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus atau yang kita kenal sebagai Habib Luar Batang, seorang wali Allah yang lahir di Jajirah Arab dan telah ditakdirkan wafat di Pulau Jawa, tepatnya di Luar Batang - Jakarta Utara.

1. Menjadi mesin pemintal


Di masa belia, ditanah kelahirannya yaitu di daerah Hadhramaut – Yaman Selatan, Habib Husein berguru pada seorang Alim Shufi. Di hari-hari libur ia pulang untuk menyambang ibunya.

Pada suatu malam ketika ia berada di rumahnya, ibu Habib Husein meminta tolong agar ia bersedia membantu mengerjakan pintalan benang yang ada di gudang. Habib Husein segera menyanggupi, dan ia segera ke gudang untuk mengerjakan apa yang di perintahkan oleh ibunya. Makan malam juga telah disediakan. Menjelang pagi hari, ibu Husein membuka pintu gudang. Ia sangat heran karena makanan yang disediakan masih utuh belum dimakan husein. Selanjutnya ia sangat kaget melihat hasil pintalan benang begitu banyaknya. Si ibu tercengang melihat kejadian ini. Dalam benaknya terpikir bagaimana mungkin hasil pemintalan benang yang seharusnya dikerjakan dalam beberapa hari, malah hanya dikerjakan kurang dari semalam, padahal Habib Husein dijumpai dalam keadaan tidur pulas disudut gudang.

Kejadian ini oleh ibunya diceritakan kepada guru thariqah yang membimbing Habib Husein. Mendengar cerita itu maka ia bertakbir sambil berucap : “ sungguh Allah berkehendak pada anakmu, untuk di perolehnya derajat yang besar disisi-Nya, hendaklah ibu berbesar hati dan jangan bertindak keras kepadanya, rahasiakanlah segala sesuatu yang terjadi pada anakmu.”

2. Menyuburkan Kota Gujarat


Ketika Hijrah pertama yang di singgahi oleh Habib Husein adalah di daratan India, tepatnya di kota Surati atau lebih dikenal Gujarat. Kehidupan kota tersebut bagaikan kota mati karena dilanda kekeringan dan wabah kolera.

Kedatangan Habib Husein di kota tersebut di sambut oleh ketua adat setempat, kemudian ia dibawa kepada kepala wilayah serta beberapa penasehat para normal, dan Habib Husein di perkenalkan sebagai titisan Dewa yang dapat menyelamatkan negeri itu dari bencana.

Habib Husein menyangupi bahwa dengan pertolongan Allah, ia akan merubah negeri ini menjadi sebuah negeri yang subur, asal dengan syarat mereka mengucapkan dua kalimat syahadat dan menerima Islam sebagai agamanya. Syarat tersebut juga mereka sanggupi dan berbondong-bondong warga di kota itu belajar agama Islam.

Akhirnya mereka di perintahkan untuk membangun sumur dan sebuah kolam. Setelah pembangunan keduanya di selesaikan, maka dengan kekuasaan Allah turun hujan yang sangat lebat, membasahi seluruh daratan yang tandus. Sejak itu pula tanah yang kering berubah menjadi subur. Sedangkan warga yang terserang wabah penyakit dapat sembuh, dengan cara mandi di kolam buatan tersebut. Dengan demikian kota yang dahulunya mati, kini secara berangsur-angsur kehidupan masyarakatnya menjadi sejahtera.

3. Mengislamkan tawanan


Setelah tatanan kehidupan masyarakat Gujarat berubah dari kehidupan yang kekeringan dan hidup miskin menjadi subur serta masyarakatnya hidup sejahtera, maka Habib Husein melanjutkan hijrahnya ke daratan Asia Tenggara untuk tetap mensiarkan Islam. Beliau menuju pulau Jawa, dan akhirnya menetap di Batavia. Pada masa itu hidup dalam jajahan pemerintahan VOC Belanda.

Pada suatu malam Habib Husein dikejutkan oleh kedatangan seorang yang berlari padanya karena di kejar oleh tentara VOC. Dengan pakaian basah kuyup ia meminta perlindungan karena akan dikenakan hukuman mati. Ia adalah tawanan dari sebuah kapal dagang Tionghoa.

Keesokan harinya datanglah pasukan tentara berkuda VOC ke rumah Habib Husein untuk menangkap tawanan yang dikejarnya. Beliau tetap melindungi tawanan tersebut, sambil berkata : “Aku akan melindungi tawanan ini dan aku adalah jaminannya.”

Rupanya ucapan tersebut di taati oleh pasukan VOC. Semuanya menundukkan kepala dan akhirnya pergi, sedangkan tawanan Tionghoa itu sangat berterima kasih hingga akhirnya ia memeluk Islam.

4. Menjadi Imam Ketika di Penjara


Dalam masa sekejab telah banyak orang yang datang untuk belajar agama Islam. Rumah Habib Husein banyak dikunjungi para muridnya dan masyarakat luas. Hilir mudiknya umat yang datang membuat penguasa VOC menjadi khawatir akan menggangu keamanan. Akhirnya Habib Husein beserta beberapa pengikut utamanya ditangkap dan di masukan ke penjara Glodok. Bangunan penjara itu juga dikenal dengan sebutan “Seksi Dua.”

Rupanya dalam tahanan Habib Husein ditempatkan dalam kamar terpisah dan ruangan yang sempit, sedangkan pengikutnya ditempatkan di ruangan yang besar bersama tahanan yang lain.

Polisi penjara dibuat terheran-heran karena ditengah malam melihat Habib Husein menjadi imam di ruangan yang besar, memimpin shalat bersama-sama para pengikutnya. Hingga menjelang subuh masyarakat di luar pun ikut bermakmum. Akan tetapi anehnya dalam waktu yang bersamaan pula polisi penjara tersebut melihat Habib Husein tidur nyenyak di kamar ruangan yang sempit itu, dalam keadaan tetap terkunci.

Kejadian tersebut berkembang menjadi buah bibir dikalangan pemerintahan VOC. Dengan segala pertimbangan akhirnya pemerintah Belanda meminta maaf atas penahanan tersebut, Habib Husein beserta semua pengikutnya dibebaskan dari tahanan.

5. Anak Belanda menjadi Gubernur

Pada suatu hari Habib Husein dengan ditemani oleh seorang mualaf Tionghoa yang telah berubah nama Abdul Kadir duduk berteduh di daerah Gambir. Disaat mereka beristirahat lewatlah seorang Sinyo (anak Belanda) dan mendekat ke Habib Husein. Dengan seketika Habib Husein menghentakan tangannya ke dada anak Belanda tersebut. Si Sinyo kaget dan berlari ke arah pembantunya.

Dengan cepat Habib Husein meminta temannya untuk menghampiri pembantu anak Belanda tersebut, untuk menyampaikan pesan agar disampaikan kepada majikannya, bahwa kelak anak ini akan menjadi seorang pembesar di negeri ini.

Seiring berjalannya waktu, anak Belanda itu melanjutkan sekolah tinggi di negeri Belanda. Kemudian setelah lulus ia di percaya di angkat menjadi Gubernur Batavia.

6. Cara Berkirim Uang

Gubernur Batavia yang pada masa kecilnya telah diramal oleh Habib Husein bahwa kelak akan menjadi orang besar di negeri ini, ternyata memang benar adanya. Rupanya Gubernur muda itu menerima wasiat dari ayahnya yang baru saja meninggal dunia. Di wasiatkan kalau memang apa yang dikatakan Habib Husein menjadi kenyataan diminta agar ia membalas budi dan jangan melupakan jasa Habib Husein.

Akhirnya Gubernur Batavia menghadiahkan beberapa karung uang kepada Habib Husein. Uang itu diterimanya, tetapi dibuangnya ke laut. Demikian pula setiap pemberian uang berikutnya, Habib Husein selalu menerimanya, tetapi juga dibuangnya ke laut. Gubernur yang memberi uang menjadi penasaran dan akhirnya bertanya mengapa uang pemberiannya selalu di buang ke laut. Dijawabnya oleh Habib Husein bahwa uang tersebut dikirimkan untuk ibunya ke Yaman.

Gubernur itu dibuatnya penasaran, akhirnya diperintahkan penyelam untuk mencari karung uang yang di buang ke laut, walhasil tak satu keeping uang pun diketemukan. Selanjutnya Gubernur Batavia tetap berupaya untuk membuktikan kebenaran kejadian ganjil tersebut, maka ia mengutus seorang ajudan ke negeri Yaman untuk bertemu dan menanyakan kepada ibu Habib Husein.

Sekembalinya dari Yaman, ajudan Gubernur tersebut melaporkan bahwa benar adanya. Ibu Habib Husein telah menerima sejumlah uang yang di buang ke laut tersebut pada hari dan tanggal yang sama.
 


7. Kampung Luar Batang

Gubernur Batavia sangat penuh perhatian kepada Habib Husein. Ia menanyakan apa keinginan Habib Husein. Jawabnya : “Saya tidak mengharapkan apapun dari tuan.” Akan tetapi Gubernur itu sangat bijak, dihadiahkanlah sebidang tanah di kampung baru, sebagai tempat tinggal dan peristirahatan yang terakhir.
Sehingga terciptanya Masjid Keramat Luar Batang, dan menjadi perkampungan luar batang V RT 004, RW 003 No.1  Kelurahan Ancol, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Hampir setiap hari, Masjid ini dikunjungi peziarah dari berbagai penjuru tanah air. 

Masjid Luar Batang

Selama ini masjid Luar batang memang tidak bisa dipisahkan dari sejarah kota Jakarta. Masjid itu, menjadi bagian dari penyebaran agama Islam di Ibu Kota.
Dalam Masjid Keramat itu terdapat dua makam ulama besar, Al-Habib Husein Bin Abubakar Al 'Aydrus, dan makam Haji Abdul Khadir, seorang murid Habib Husein yang merupakan keturunan Tionghoa.
Nama masjid luar Batang sendiri diberikan sesuai dengan julukan Habib Husein, yaitu Habib Luar Batang. Ia dijuluki demikian karena konon ketika Habib Husein meninggal dan hendak dikuburkan, tiba-tiba jenazahnya sudah tidak ada di dalam "kurung batang" alias keranda.
Habib Husein ingin dimakamkan di Tarim, Hadromaut,Yaman. Sampai di sana saat ingin dikuburkan mayatnya tidak ada. Dapat kabar jenazahnya Habib Husein ada di dalam kamarnya, yang sekarang jadi makamnya di komplek masjid ini,
Bentuk makam Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus beserta muridnya tidaklah berubah sampai saat ini. Hanya saja, pada bagian luar makam di beri pembatas kayu berukir sebanyak tiga lapis. Pembatas kayu ukir-ukiran yang terbuat dari kayu jati ini baru dipasang sekira tahun 1996. 
Pada awalnya Masjid Luar Batang dinamai Masjid An-Nur karena ada suatu kejadian. Karena masyarakat menyebut Habib keluar dari kurung batang, maka dikeramatkan dan nama An-Nur hilang diganti dengan Masjid keramat Luar Batang.

Masjid tersebut dahulu merupakan sebuah tempat yang hanya menampung beberapa jemaah saja dan dalam kapasitas terbatas. Bentuk aslinya surau atau Musolla baru ada pemugaran diperkirakan dahulu sekira tahun 1939, sampai saat ini di pugar kembali tahun 1997, dan tahap kedua tahun 1999, dan tahap ketiga sampai tahun 2002.

Kendati demikian, Masjid Keramat Luar Batang supaya mendapatkan perhatian yang serius pemerintah, mengingat kondisi Masjid ini sudah sangat memperihatinkan. Dan seharusnya bangunan peninggalan sejarah yang telah dimasukkan ke dalam cagar budaya untuk terus dilestarikan, karena sampai sekarang masjid ini baru mempunyai dua menara dan kurang dua menara lagi. Masjid ini telah banyak dikunjungi oleh peziarah dari seluruh Indonesia, maupun mancanegara. Mereka datang bukan hanya untuk menunaikan ibadah salat lima waktu dan ada juga yang melantunkan doa-doa di depan makam Habib Husein. 




Makam Habib Husein Bin Abu Bakar Alaydrus

Selain peziarah yang datang dari berbagai daerah ibu kota di tanah air ada juga penziarah yang datang dari mancanegara. Hingga orang nomer satu di negeri ini pernah berziarah ke makam Habib Husein Bin Abu Bakar Alaydrus diantaranya: 
Presiden RI ke 1 (Almarhum) Ir.Soekarno.
Presiden RI ke 4 (Almarhum) KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
dan para pejabat yang terdahulu semasa jayanya Indonesia.

Masjid ini tidak pernah sepi akan aktivitas keagamaan, hampir setiap pekan masjid ini di isi oleh acara pengajian. Minggu pertama awal bulan Hijriah ada kegiatan Zikir dan Istighasah, setiap malam Minggu ada pengajian jamaah, setiap malam Jumat Kliwon dari Majelis Taklim yang dipimpin oleh Habib Mustofa Alaydrus.
Selain itu, di setiap sudut masjid ini, terdapat sebuah sumur tua yang kerap digunakan oleh sang habib untuk memanjatkan doa. Habib Husein punya kebiasaan beliau setiap pagi dan sore selalu berdoa di situ. Pada saat memasuki hari Jumat, para jamaah dari luar kota maupun warga sekitar memadati masjid yang mempunyai luas tanah berserta bangunan sekira 3500 meter persegi ini untuk menunaikan ibadah salat Jumat.
Usai salat Jumat, para jemaah disibukkan dengan lantunan ayat suci Alquran di sebuah pendopo dengan dua buah makam yang dibatasi sebuah gorden warna hijau bertuliskan lafadz Allah dan tulisan arab gundul.





Sumber Riwayat :

- Diktat sejarah Kampung Luar Batang, oleh Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta/Dinas Museum dan Sejarah, 1982/1983.
-  Ahlulbaitrasulullah dan dari berbagai sumber






Sabtu, September 13, 2014

Terapi Herbal Gurah Mrs V







Sangat berguna sekali bagi wanita yang sudah berkeluarga apalagi yang sudah pernah melahirkan Insya Allah akan bermanfaat:

1) Ambil daun sirih secukupnya ditumbuk halus lalu dimasukkan ke liang vagina selama 7 hingga 10 menit kemudian basuh dengan air tawas lakukan tiga hari pagi dan sore.

2) Carilah kayu cendana, buah maja, kayu gaharu, dan kunyit. lalu jadikan satu dan ditumbuk sampai halus. kemudian campurkan minyak wijen dan kuning telur ayam kampung, lalu dimasak hingga matang, kemudian siap untuk dimakan setiap pagi selama satu bulan.

Ramuan bikin keset dan seret / Melenyapkan keputihan dan lendir-lendir kotor :
Ambil pucuk daun pepaya muda, cuci sampai bersih dan direbus sampai matang, kemudian makan 3 kali dalam sehari (pagi siang malam) selama satu bulan.

Ramuan Vagina menjadi legit dan berdenyut :
Ambil daging buah pinang yang sudah tua, lalu diparut, kemudian direbus dengan satu gelas air putih, tunggu beberapa saat sampai agak mengental,lalu dibubuhi garam secukupnya, kemudian disaring setelah itu ramuan tsb ditaruh dalam gelas,, waktu membuat ramuan harus pada sore hari kemudian malamnya diembunkan dan pada pagi harinya barulah diminum dan sangat baik bila masih ada embunnya, lakukan proses ini tiap minggu sekali selama satu bulan.

Vagina menjadi harum wangi semerbak :
Sediakan segenggam daun kemangi tumbuk sampai halus,lalu diberi air secukupnya, kemudian diperas dengan bersih lalu air perasan tersebut diberi satu sendok makan madu asli dan diberi sedikit garam, kemudian diminum satu minggu sekali selama satu bulan.


"Semoga bermanfaat dan menjadikan keluarga yang harmonis."
                                                            

 By, Group Pecinta Herbal



Sabtu, Mei 17, 2014

::: UMAR BIN AL KHATTHAB R.A :::


Dia adalah seorang laki-laki yang dilahirkan di Jazirah arab dan dididik oleh Islam.
Dialah laki-laki yang menampakkan keislamannya pada saat orang-orang menyembunyikannya.
Dialah laki-laki yang menambal bajunya padahal dihadapannya segala yang murah dan yang mahal tersedia.

Dialah laki-laki dimana syaithan memilih jalan lain selain jalannya.
Dialah laki-laki yang sangat taat kepada kitab Allah, dialah mujahid di jalan Allah.
Dialah nilai sekaligus teladan, betapa agungnya ketika teladan itu berbentuk manusia sehingga akhlak menjelma dalam nyata (bukan teori belaka)
Dialah orang yang adil ketika orang-orang yang adil disinggung.
Dialah orang yang bangun di tengah malam agar orang-orang bisa tidur nyaman.
Dialah orang yang lapar agar orang-orang bisa kenyang.
Dialah orang yang menjadikan orang tua dari kaum muslimin sebagai ayah, orang sebaya menjadi saudara, dan orang yang lebih muda sebagai anak sehingga dia menghormati ayahnya, menyintai saudaranya, dan menyayangi anaknya.
Dialah orang yang tidak terpengaruh dalam agama Allah oleh celaan orang-orang yang mencela.
Dialah pengucap kebenaran sekalipun itu pahit.
Dialahlah seorang laki-laki di mana keislamananya merupakan kemenangan, hijrahnya merupakan pertolongan dan kepemimpinannya merupakan keadilan.
Dialah seorang laki-laki, yang tidak hanya sekali al Qur'an turun menyetujui pendapat dan ucapannya.

Dialah AL FARUQ umat ini yang telah mengguncang singgasana orang-orang zhalim...meruntuhkan benteng-benteng Kisra dan Kaisar. Orang-orang sombong lagi congkak tunduk kepada keadilannya, bendera kezhaliman tertunduk di depan panji keadilannya yang berkibar dan penaklukan-penaklukannya yang cemerlang. Dia membuat hidung orang-orang Romawi tersungkur di tanah, dia menghancurkan keangkuhan orang-orang Persia dan mengusir orang-orang Yahudi dari Jazirah arab. Dia mengusir mereka dalam keadaan terhina lagi rendah.
Dialah ahli zuhud, seorang ulama, seorang ahli ibadah, seorang yang pencemburu, orang yang takut kepada Allah.

Dialah Umar bin Khatthab radhiyallahu 'anhu, sebuah cahaya yang menerangi garis-garis sejarah.
"SEANDAINYA SEPENINGGALKU ADA SEORANG NABI, PASTILAH 'UMAR BIN KHATTHAB ORANGNYA." [MUHAMMAD RASULULLAH SHALLALLAHU 'ALAIHI WA SALLAM]


Dikutip dari: Shahabat-Shahabat Rasulullah, Syaikh Mahmud al Mishri
===================================================

By, Erna Erna
+966556658161
Al Wadi, Ar Riyad, Saudi Arabia
==================================================

Sabtu, April 19, 2014

KISAH NABI IDRIS A.S

"Cerita Nabi Idris"

Nabi idris as merupakan keturunan keenam dari Nabi Adam as. Menurut kitab tafsir, nabi idris hidup seribu tahun setelah Nabi Adam as wafat.

Nabi idris merupakan hamba Allah yang selalu mempelajari mushaf-mushaf nabi adam as. Ia juga mendapat gelar sebagai ”Asadul Usud” yang artinya Singa, karena ia tidak pernah putus asa ketika menjalankan tugasnya sebagai seorang Nabi. Ia tidak pernah takut menghadapi umatnya yang kafir. Namun ia tidak pernah sombong, ia juga memiliki sifat pemaaf.

Selain sifat yang terpuji, Nabi idris as sebagai rosul Allah juga dianugrahi dengan berbagai kepandian dan kemahiran dalam berbagai disiplin ilmu, ia juga dianugrahi kemampuan untuk membuat berbagai peralatan untuk mempermudah kegiatan atau pekerjaan manusia. Dalam beberapa kisah islam, ia dikisahkan sebagai nabi pertama yang mengenal tulisan, menguasai berbagai bahasa, ilmu perhitungan, ilmu alam, astronomi dan lain lain.

Pada masa nabi idris, pernah suatu ketika banyak manusia melupakan Allah, sehingga Allah pun menghukum manusia dengan membuat kemarau yang panjang. Kemudian nabi idris pun turun tangan, ia memohon kepada Allah untuk mengakhiri hukum kemarau panjang tersebut. Allah menghabulkan permohonan nabi idris itu, dan lalu musim kemarau pun berakhir, hujan turun.

Nabi Idris as diutus oleh Allah untuk menegakkan agama Allah, mengajarkan tauhid, dan beribadah menyebambah kepada Allah serta memberi beberapa pedoman hidup bagi pengikutnya supaya selamat dari siksaan di dunia maupun di akhirat.

Nabi Idris as disebutkan dalam sebuah hadist sebagai salah seorang dari nabi-nabi pertama yang berbicara dengan Nabi Muhammad SAW dalam salah satu surga selama Mi’raj. Ketik Nabi Muhammad sedang melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj ke langit, beliau bertemu Nabi Indris as. Nabi Muhammad bertanya kepada malaikat Jibril yang mendampinya saat itu ” Siapa orang ini?”

Malaikat jibril menjawab ”Inilah Idris”
Nabi idris as diyakini sebagai seorang penjahit berdasarkan hadist ; Ibnu Abbas berkata, ”Dawud adalah seorang pembuat perisai, Adam seorang petani, Nuh seorang tukang kayu, idris seorang penjahit dan musa adalah penggembala” (dari Al-Hakim)


 By, Erna Erna
+966556658161
Al Wadi, Ar Riyad, Saudi Arabia

Kamis, April 10, 2014

Rasa Sakit Sakaratul Maut Seorang Nabi Allah


“Kalau sekiranya kamu dapat melihat malaikat-malaik at mencabut nyawa orang-orang yang kafir, seraya memukul muka dan belakang mereka serta berkata: ‘Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar.’ (Niscaya kamu akan merasa sangat ngeri) (QS. Al-Anfal {8} : 50).

Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata): ‘Keluarkanlah nyawamu!’

Pada hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengata kan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan karena kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya”. (Qs. Al-An’am : 93).

Cara Malaikat Izrail mencabut nyawa tergantung dari amal perbuatan orang yang bersangkutan, bila orang yang akan meninggal dunia itu durhaka kepada Allah, maka Malaikat Izrail mencabut nyawa secara kasar. Sebaliknya, bila terhadap orang yang soleh, cara mencabutnya dengan lemah lembut dan dengan hati-hati. Namun demikian peristiwa terpisahnya nyawa dengan raga tetap teramat menyakitkan.

“Sakitnya sakaratul maut itu, kira-kira tiga ratus kali sakitnya dipukul pedang”. (H.R. Ibnu Abu Dunya).

Di dalam kisah Nabi Idris a.s, beliau adalah seorang ahli ibadah, kuat mengerjakan sholat sampai puluhan raka’at dalam sehari semalam dan selalu berzikir di dalam kesibukannya sehari-hari. Catatan amal Nabi Idris a.s yang sedemikian banyak, setiap malam naik ke langit. Hal itulah yang sangat menarik perhatian Malaikat Maut, Izrail.
Maka bermohonlah ia kepada Allah Swt agar di perkenankan mengunjungi Nabi Idris a.s. di dunia. Allah Swt, mengabulkan permohonan Malaikat Izrail, maka turunlah ia ke dunia dengan menjelma sebagai seorang lelaki tampan, dan bertamu kerumah Nabi Idris.
“Assalamu’alaikum, yaa Nabi Allah”. Salam Malaikat Izrail,
“Wa’alaikum salam wa rahmatullah”. Jawab Nabi Idris a.s.
Beliau sama sekali tidak mengetahui, bahwa lelaki yang bertamu ke rumahnya itu adalah Malaikat Izrail.

Seperti tamu yang lain, Nabi Idris a.s. melayani Malaikat Izrail, dan ketika tiba saat berbuka puasa, Nabi Idris a.s. mengajaknya makan bersama, namun di tolak oleh Malaikat Izrail.
Selesai berbuka puasa, seperti biasanya, Nabi Idris a.s mengkhususkan waktunya “menghadap”. Allah sampai keesokan harinya. Semua itu tidak lepas dari perhatian Malaikat Izrail. Juga ketika Nabi Idris terus-menerus berzikir dalam melakukan kesibukan sehari-harinya, dan hanya berbicara yang baik-baik saja.

Pada suatu hari yang cerah, Nabi Idris a.s mengajak jalan-jalan “tamunya” itu ke sebuah perkebunan di mana pohon-pohonnya sedang berbuah, ranum dan menggiurkan. “Izinkanlah saya memetik buah-buahan ini untuk kita”. pinta Malaikat Izrail (menguji Nabi Idris a.s).
“Subhanallah, (Maha Suci Allah)” kata Nabi Idris a.s.
“Kenapa?” Malaikat Izrail pura-pura terkejut.
“Buah-buahan ini bukan milik kita”. Ungkap Nabi Idris a.s.
Kemudian Beliau berkata: “Semalam anda menolak makanan yang halal, kini anda menginginkan makanan yang haram “.
Malaikat Izrail tidak menjawab. Nabi Idris a.s perhatikan wajah tamunya yang tidak merasa bersalah. Diam-diam beliau penasaran tentang tamu yang belum dikenalnya itu. Siapakah gerangan pikir Nabi Idris a.s.
“Siapakah engkau sebenarnya?” tanya Nabi Idris a.s.
“Aku Malaikat Izrail”. Jawab Malaikat Izrail.
Nabi Idris a.s terkejut, hampir tak percaya, seketika tubuhnya bergetar tak berdaya.
“Apakah kedatanganmu untuk mencabut nyawaku?” selidik Nabi Idris a.s serius.
“Tidak” Senyum Malaikat Izrail penuh hormat.
“Atas izin Allah, aku sekedar berziarah kepadamu”. Jawab Malaikat Izrail.
Nabi Idris manggut-manggut , beberapa lama kemudian beliau hanya terdiam.
“Aku punya keinginan kepadamu”. Tutur Nabi Idris a.s
“Apa itu? Katakanlah!”. Jawab Malaikat Izrail.
“Kumohon engkau bersedia mencabut nyawaku sekarang. Lalu mintalah kepada Allah SWT untuk menghidupkanku kembali, agar bertambah rasa takutku kepada-Nya dan meningkatkan amal ibadahku” . Pinta Nabi Idris a.s.
 “Tanpa seizin Allah, aku tak dapat melakukannya” , tolak Malaikat Izrail. Pada saat itu pula Allah SWT memerintahkan Malaikat Izrail agar mengabulkan permintaan Nabi Idris a.s.
Dengan izin Allah Malaikat Izrail segera mencabut nyawa Nabi Idris a.s. sesudah itu beliau wafat.
Malaikat Izrail menangis, memohonlah ia kepada Allah SWT agar menghidupkan Nabi Idris a.s. kembali. Allah mengabulkan permohonannya. Setelah dikabulkan Allah Nabi Idris a.s. hidup kembali.

“Bagaimanakah rasa mati itu, sahabatku?” Tanya Malaikat Izrail.
“Seribu kali lebih sakit dari binatang hidup dikuliti”. Jawab Nabi Idris a.s.
” Caraku yang lemah lembut itu, baru kulakukan terhadapmu”. Kata Malaikat Izrail.
MasyaAllah, lemah-lembutnya Malaikat Maut (Izrail) itu terhadap Nabi Idris a.s. Bagaimanakah jika sakaratul maut itu, datang kepada kita?
Siapkah kita untuk menghadapinya?


 By, Erna Erna
+966556658161
Al Wadi, Ar Riyad, Saudi Arabia