R

ucapan terimakasih

TERIMAKASIH ANDA TELAH MENGUNJUNGI BLOG RENUNGAN KOLBU SEMOGA BERMANFAAT DAN MENJADI LADANG IBADAH

Selasa, Maret 18, 2014

Doa Empat Orang yang Pasti Terkabul


وَ عَنْهُ (عَلِى ابن اَبِى طَالِبْ ع) قإل رَسُوْل اللّهِ صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَ اَلِهِ وَ سَلّم فِى وَصِيَّتِهِ لَهُ يَا عَلِىُّ  (ع) اَرْبَعَةٌ لاَ تُرَدُّ لَهُمْ دَعوةٌ اِمَامٌ عَادِلٌ وَ وَالِدٌ لِوَلَدِهِ وَ الرَّجُلُ لِأَخِيْهِ بِظَهْرِ الغَيْبِ وَ المَظْلوْمُ يَقُوْلُ اَللّهُ عَزَّوَجَلَّ وَ عِزَّتِي وَ جَلاَلِي لاَنْتَصِرَنَّكَ لَكَ وَلَوْ بَعْدَ حِيْنٍ

Diriwayatkan dari Imam Ali as;
Rasulullah Saw menyebutkan dalam wasiat beliau kepada Amirul Mukminin: "Wahai Ali ada empat orang yang doa mereka tidak mungkin ditolak,

1. Doa seorang imam yang adil,
2. Doa orang tua kepada anaknya,
3. Doa seseorang untuk saudaranya (saudara seagama) tanpa sepengetahuan saudaranya
4. Doa orang yang terzalimi ketika dia mengucapkan Allah azza wa jalla dan menyebut kemuliaan-Ku dan kebesaran-Ku yang akan membalaskan dendamku kepadamu, meski tidak langsung (tidak saat itu juga terbalaskan).*

* Al-Mawaidz Al-Adadiyah hal113

Jumat, Mei 24, 2013

PUSAKA-PUSAKA RASULULLAH SAW


 PUSAKA-PUSAKA KERAMAT (PEDANG, BUSUR, TAMENG,) MILIK RASULULLAH SAW

Setidaknya yang tercatat bahwa Rasulullah memiliki antara lain:

Nabi memiliki tujuh buah baju besi: Dhat al-Fudul, yang kemudian ditukarkan dengan tiga puluh sa’ selai (makanan) kepada abu Abu-Shahm, seorang Yahudi, untuk makanan keluarganya. Dhat al-Fudul terbuat dari besi. Nabi juga memiliki Dhat al-Wishah, Dhat al-Hawashi, as-Sa’diyyah, Fiddah, al-Batra ‘dan al-Khirniq.

Nabi dimiliki enam busur panah: az-Zawra ‘, ar-Rauha’, as-Safra ‘, al-Bayda’, al-Katum—yang rusak selama pertempuran Uhud, dan diambil oleh Qatadah bin an-Nu’man—dan as-Saddad.
Nabi memiliki baju zirah disebut al-Kafur, dan tali yang terbuat dari kulit kecokelatan, serta tiga cincin perak, gesper yang ujungnya terbuat dari perak.

Nabi juga memiliki beberapa perisai: az-Zalluq, dan perisai yang dinamai al-Futaq. al-Futaq diberikan kepadanya sebagai hadiah, dan awalnya terdapat gambar patung di atasnya. Rasul sering meletakkan tangannya pada gambar patung itu hingga kemudian gambar itu menjadi pudar tak terlihat.

Nabi memiliki lima tombak: al-Muthwi, al-Muthni, an-Nab’ah, tombak besar yang dinami al-Bayda ‘, dan tombak pendek bernama Anazah. Tombak ini selalu dibawa ketika hari raya Id. Kadang-kadang, Nabi berjalan sambil memegang ‘Anazah.

Nabi memiliki helm yang terbuat dari besi yang disebut al-Muwashah – yang dihiasi dengan tembaga – dan helm yang lain, disebut-Sabugh, atau Dhu sebagai-Sabugh.

Nabi memiliki tiga jubah panjang (jubbas) yang terus dipakai selama pertempuran. Salah satunya terbuat dari brokat halus berwarna hijau (sundus). Nabi memiliki bendera hitam, disebut al-’Uqab. Abu Dawud dalam salah satu hadis yang dikumpulkan dalam kitab ‘Sunan,’ dari seorang sahabat yang mengatakan: “Aku melihat bendera Nabi.” Nabi juga memiliki tongkat yang disebut al-’Arjun, dan al-Mamshuq.

Nabi memiliki sembilan pedang: Ma’thur yang diwariskan oleh ayahnya, dan itu adalah pedang pertama yang pernah dimiliki oleh beliau. Dia juga memiliki al-’Idb dan Dhu al-Fiqar, yang tidak pernah jauh darinya. Dhu al-Fiqar memiliki gagang melingkari tangannya, dan dasar yang terbuat dari perak. Beliau juga memiliki al-Qal’i, al-Battar, al-Hatf, ar-Rawb, al-Mikhdam, dan al-Qadib, yang juga memiliki bahan dasar terbuat dari perak. Nabi memperoleh Dhu al-Fiqar selama perang Badar.

pedang nabimuhammad 1pedang2-nabi-dengan-nama-namanyapedang2-nabi-dengan-nama-namanya1pedang2-nabi-dengan-nama-namanya2

HATF

Hatf adalah sebuah pedang milik Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan dari Banu Qaynaqa. Dulunya, pedang ini milik Nabi Daud AS dan Nabi Daud mengambil pedang ‘Al Battar’ dari Goliath sebagai rampasan ketika dia mengalahkan Goliath tersebut pada saat umurnya 20 tahun. Allah SWT memberi kemampuan kepada Nabi Daud AS untuk ‘bekerja’ dengan besi, membuat baju baja, senjata dan alat perang, dan dia juga membuat senjatanya sendiri. Dan Hatf adalah salah satu buatannya, menyerupai Al Battar tetapi lebih besar dari itu. Dia menggunakan pedang ini yang kemudian disimpan oleh suku Levita (suku yang menyimpan senjata-senjata barang Israel) dan akhirnya sampai ke tangan Nabi Muhammad SAW. Sekarang pedang ini berada di Musemum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade, dengan panjang 112 cm dan lebar 8 cm.

AL MIKHDHAM
Ada yang mengabarkan bahwa pedang ini berasal dari Nabi Muhammad  SAW yang kemudian diberikan kepada Ali bin Abi Thalib dan diteruskan ke anak-anaknya Ali. Tapi ada kabar lain bahwa pedang ini berasal dari Ali bin Abi Thalib sebagai hasil rampasan pada serangan yang dia pimpin di Syria. Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 97 cm, dan mempunyai ukiran tulisan Arab yang berbunyi: ‘Zayn al-Din al-Abidin’.

AL MAT’THUR
Juga dikenal sebagai ‘Ma’thur Al-Fijar’ adalah pedang yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW sebelum dia menerima wahyu yang pertama di Mekah. Pedang ini diberi oleh ayahnya, dan dibawa waktu hijrah dari Mekah ke Medinah sampai akhirnya diberikan bersama-sama dengan peralatan perang lain kepada Ali bin Abi Thalib.
Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 99 cm. Pegangannya terbuat dari emas dengan bentuk berupa 2 ular dengan berlapiskan emeralds dan pirus. Dekat dengan pegangan itu terdapat Kufic ukiran tulisan Arab berbunyi: ‘Abdallah bin Abd al-Mutalib’. Pedang ini adalah turun temurun keluarga Rasulullah SAW. 

AL ADB
Al-’Adb, nama pedang ini, berarti “memotong” atau “tajam.” Pedang ini dikirim ke para sahabat Nabi Muhammad SAW sesaat sebelum Perang Badar. Dia menggunakan pedang ini dalam perang Uhud dan pengikut-pengikutnnya menggunakan pedang ini untuk menunjukkan kesetiaan kepada Nabi Muhammad SAW. Sekarang pedang ini berada di masjid Husain di Kairo Mesir. Foto diambil oleh Muhammad Hasan Muhammad al-Tihami, Suyuf al-Rasul wa ‘uddah harbi-hi.  Cairo: Hijr, 1312/1992).

DHU AL FAQAR
Dhu Al Faqar adalah sebuah pedang Nabi Muhammad SAW sebagai hasil rampasan pada waktu perang Badr. Dan dilaporkan bahwa Nabi Muhammad SAW memberikan pedang ini kepada Ali bin Abi Thalib, yang kemudian Ali mengembalikannya ketika Perang Uhud dengan bersimbah darah dari tangan dan bahunya, dengan membawa Dhu Al Faqar di tangannya. Banyak sumber mengatakan bahwa pedang ini milik Ali Bin Abi Thalib dan keluarga. Berbentuk blade dengan dua mata.

AL BATTAR
Al Battar adalah sebuah pedang hasil rampasan dari Banu Qaynaqa. Pedang ini disebut sebagai ‘Pedangnya para nabi’, dan di dalam pedang ini terdapat ukiran tulisan Arab yang berbunyi : ‘Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS, Nabi Musa AS, Nabi Harun AS, Nabi Yusuf AS, Nabi Zakaria AS, Nabi Yahya AS, Nabi Isa AS, Nabi Muhammad SAW’. Di dalamnya juga terdapat gambar Nabi Daud AS ketika memotong kepala dari Goliath, orang yang memiliki pedang ini pada awalnya. Di pedang ini juga terdapat tulisan yang diidentifikasi sebagai tulisan Nabataean. Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 101 cm. Dikabarkan bahwa ini adalah pedang yang akan digunakan Nabi Isa AS kelak ketika dia turun ke bumi kembali untuk mengalahkan Dajjal.
 Dalam pedang tersebut ada RAJAH nama-nama para nabi di dalamnya: gambar Nabi Daud AS memenggal kepala Goliath.
AL RASUB
Ada yang mengatakan bahwa pedang ini dijaga di rumah Rasulullah SAW oleh keluarga dan sanak saudaranya seperti layaknya bahtera (Ark) yang disimpan oleh bangsa Israel. Sekarang pedang ini berada di Museup Topkapi Istanbul. Berbentuk pedang dengan panjang 140 cm, mempunyai bulatan emas yang didalamnya terdapat ukiran tulisan Arab yang berbunyi: ‘Ja’far al-Sadiq’.

AL QADIB
Al-Qadib berbentuk pedang tipis sehingga bisa dikatakan mirip dengan tongkat. Ini adalah pedang untuk pertahanan ketika bepergian, tetapi tidak digunakan untuk peperangan. Ditulis di samping pedang berupa ukiran perak yang berbunyi syahadat: “Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad Rasul Allah – Muhammad bin Abdallah bin Abd al-Mutalib.” Tidak ada indikasi dalam sumber sejarah bahwa pedang ini telah digunakan dalam peperangan. Pedang ini berada di rumah Nabi Muhammad SAW dan kemudian hanya digunakan oleh khalifah Fatimid. Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Panjangnya adalah 100 cm dan memiliki sarung berupa kulit hewan yang dicelup.

QAL’A
Pedang ini dikenal sebagai “Qal’i” atau “Qul’ay.” Nama yang mungkin berhubungan dengan tempat di Syria atau tempat di dekat India Cina. Ulama negara lain bahwa kata “qal’i” merujuk kepada “timah” atau “timah putih” yang di tambang berbagai lokasi. Pedang ini adalah salah satu dari tiga pedang Nabi Muhammad SAW yang diperoleh sebagai rampasan dari Bani Qaynaqa. Ada juga yang melaporkan bahwa kakek Nabi Muhammad SAW menemukan pedang ini ketika dia menemukan air Zamzam di Mekah. Sekarang pedang ini berada di Museum Topkapi, Istanbul. Berbentuk blade dengan panjang 100 cm. Didalamnya terdapat ukiran bahasa Arab berbunyi: “Ini adalah pedang mulia dari rumah Nabi Muhammad SAW, Rasul Allah.” Pedang ini berbeda dari yang lain karena pedang ini mempunyai desain berbentuk gelombang.
TOPI PERANG BESI RASULULLAH SAW

topibesirasulullah
PEDANG RAJAHAN MILIK SAYYIDINA ALI
Imam_Ali_sword_2_by_Emane1983
BUSUR RASULULLAH SAW
busur-panah-nabi
TONGKAT BERTUAH RASULULLAH SAW
Baju-dan-barang-barang-Rasulullah-SAW
RAJAHAN DI PEDANG RASULULLAH SAW
batar_nabat
Demikianlah sebagian pusaka-pusaka, rajahan-rajahan dan Benda-benda milik Rasulullah SAW. Semoga kita semua bisa meneladani sepak terjang perjuangan beliau menegakkan agama Islam.

Senin, April 08, 2013

MISTERI KA’BAH



 "KA'BAH" SEBAGAI PUSAT BUMI
Ka’bah adalah bahasa Al-Quran dari kata “ka’bu” yang berarti “mata kaki” atau tempat kaki berputar bergerak untuk melangkah. Dan Al-Quran juga menjelaskan istilah itu dengan “Ka’bain” yang berarti “dua mata kaki”
Ka’bah yang artinya nyata “ mata bumi” atau “sumbu bumi” atau “kutub putaran utara bumi”


Astronot Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota suci Mekkah Al-Mukarommah  adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah diteliti melalui sebuah penelitian ilmiah. “Ketika Neil Amstrong pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya.”?

            Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi itu mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengemukakannya di internet, tetapi sayangnya 21 hari kemudian Website tersebut raib entah kemana yang sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.
            Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota suci Mekkah Al-Mukarommah, tepatnya berasal dari Ka’bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite (tidak berujung) hal ini terbuktikan ketika mereka mengambil foto planet Mars, radiasi tersebut maasih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’bah di planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.
            Di tengah-tengah antara kutub utara dan kutub selatan, ada suatu area yang bernama “Zero Magnetism Area” artinya adalah apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik yang sama besarnya antara kedua kutub.
            Itulah sebabnya jika seseorang tinggal di Mekkah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat dan tidak banyak dipengaruhi oleh banyak kekuatan gravitasi. Oleh sebab itulah ketika kita mengelilingi Ka’bah, maka seakan-akan diri kita di-carger ulang oleh sesuatu energy misterius dan ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.
            Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan juga bisa ngambang di air. Di sebuah museum di negara Inggris, ada tiga buah potongan batu tersebut (dari Ka’bah) dan pihak museum juga mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari system tata surya kita.
Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda : Hajar Aswad itu di turunkan dari surga, warnanya lebih putih dari susu, dan dosa-dosa anak cucu adam lah yang menjadikannya hitam”.

            Prof.Hussain Kamel menemukan suatu fakta mengejutkan bahwa kota suci Mekkah Al-Mukarommah adalah pusat bumi. Pada mulanya ia meneliti sesuatu suatu cara untuk menentukan arah kiblat di kota-kota besar di dunia.
            Untuk tujuan ini, ia menarik garis-garis pada peta, dan sesuatu itu ia mengamati dengan seksama posisi tujuh benua terhadap Mekkah dan jarak masing-masing. Ia memulai untuk menggambar garis-garis sejajar hanya untuk memudahkan proyeksi garis bujur dan garis lintang.
            Setelah dua tahun dari pekerjaan yang sulit dan berat itu, ia terbantu oleh program-program computer untuk menentukan jarak-jarak yang benar dan variasi-variasi yang berbeda, serta banyak hal lainnya. Ia kagum dengan apa yang ditemukannya  bahwa Mekkah merupakan pusat Bumi.
            Ia menyadari kemungkinan menggambar suatu lingkaran dengan Mekkah sebagai titik pusatnya, dan garis luar lingkaran itu adalah benua-benuanya. Dan pada waktu yang sama ia bergerak bersamaan dengan keliling benua-benua tersebut : (Majalah Al-Arabiyyah, edisi 237 Agustus 1978).
            Gambar-gambar satelit yang muncul kemudian pada tahun 90-an, menekankan hasil yang sama ketika studi-studi lebih lanjut mengarah kepada topografi lapisan-lapisan bumi dan geografi waktu daratan itu diciptakan.
            Studi ilmiah ini dilaksanakan untuk tujuan yang berbeda, bukan dimaksudkan untuk membuktikan bahwa Mekkah adalah pusat dari bumi. Bagaimanapun studi ini diterbitkan didalam banyak majalah sains di Barat.
            Berdasarkan pertimbangan yang seksama bahwa Mekkah berada ditengah-tengah bumi sebagaimana yang dikuatkan oleh studi-studi dan gambar-gambar geologi yang dihasilkan satelit, maka benar-benar diyakini bahwa kota suci Mekkah, bukan Greenwich, yang seharusnya dijadikan rujukan waktu dunia. Hal ini akan mengakhiri kontropersi lama yang dimulai empat dekade yang lalu.
            Mengapa Mekkah disebut dalam Al-Quran dengan istilah “Ummul Quro” (ibu atau induk dari kota-kota)? Mengapa juga, Allah SWT menyebut daerah lain selain Mekkah dengan kalimat “Maahaulahaa” (negeri-negeri sekeliling)?
Allah berfirman didalam Al-Quran Al-Karim sebagai berikut :  

وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ قُرْءَانًا عَرَبِيًّۭا لِّتُنذِرَ أُمَّ ٱلْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا وَتُنذِرَ يَوْمَ ٱلْجَمْعِ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ فَرِيقٌۭ فِى ٱلْجَنَّةِ وَفَرِيقٌۭ فِى ٱلسَّعِير

“Demikianlah kami wahyukan kepada Al-Quran dalam bahasa arab supaya kamu memberi peringatan kepada Ummul Quro (penduduk Mekkah dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya. (QS.Asy-Syura :7)
            Bila ditilik secara bahasa , kata Umm yang artinya ibu adalah sosok yang menjadi sumber keturunan maka bila Mekkah disebut sebagai Ummul Quro artinya Mekkah adalah sumber dari semua negeri lain.
            Pertanyaan dan kajian seperti itu sedikit demi sedikit kini mulai terjawab melalui berbagai penemuan ilmiah. Sesungguhnya, tahapan eksperimen tentang hal ini, sudah di publikasikan  ditahun 1978, melalui keterangan Dr. Hussain yang kala itu menjadi kepala bagian ilmu ukur Bumi di universitas Riyadh, Saudi Arabia. Hasil studi itu kemudian diterbitkan pula diberbagai majalah sains di Barat. Bersama rekan-rekannya, Dr. Hussain menemukan bahwa titik dari sudut ilmu geografi (ilmu bumi) dan geologi (ilmu tanah), terbukti bahwa Mekkah adalah pusat Bumi.
            Lalu pada tahun 2009, hasil penemuan ilmiah itu kembali dipublikasikan dalam sebuah konferensi ilmiah bertajuk “Mekkah sebagai pusat Bumi, Teori dan Praktik”. Konferensi yang digelar di Dhoha, Qatar itu memperkuat hasil penemuan bahwa Mekkah adalah pusat Bumi. Konferensi itu lalu menelurkan rekomendasi yang berisi ajakan agar umat islam mengganti acuan waktu dunia yang selama ini merujuk pada Greenwich, menjadi Mekkah.
            Banyak argumentasi ilmiah membuktikan wilayah nol bujur sangkar melalui kota suci Mekkah dan tidak melewati Greenwich di Inggris. Mekkah berada di titik lintang yang persis lurus dengan titik magnetic di kutub utara. Kondisi ini tidak dimiliki oleh kota-kota lain, bahkan Greenwich yang ditetapkan sebagai meridian nol.
            Konon Greenwich Mean Time (GMT) dipaksakan pada dunia ketika mayoritas negeri didunia berada dibawah jajahan Inggris. Dan jika penemuan ilmiah bahwa kota suci Mekkah sebagai pusat bumi diterapkan, mudah bagi setiap orang untuk mengetahui waktu shalat, sekaligus akan mengakhiri kontroversi lama yang dimulai empat dekade lalu tentang rujukan waktu dunia.
Ada beberapa ayat dan Hadits Nabawi yang meriwayatkan fakta ini. Bahwa Allah SWT berfirman :
 

 يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَن تَنفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانفُذُوا لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ

“Hai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.” (QS.Ar-Rahman :33)
                        Kata aqthar adalah bentuk jamak dari kata “qutr” yang berarti diameter, dan ia mengacu pada langit dan bumi yang mempunyai banyak diameter.
Dari ayat ini dan dari beberapa hadits dapat dipahami bahwa diameter lapisan-lapisan langit itu diatas diameter bumi (tujuh lempengan bumi). Jika Mekkah berada di tengah-tengah bumi, maka itu berarti bahwa Mekkah juga berada di tengah-tengah lapisan-lapisan langit.
            Selain itu ada hadits yang mengatakan bahwa Masjidil Haram di Mekkah, tempat Ka’bah berada itu ada di tengah-tengah tujuh lapisan langit dan tujuh lapisan bumi (maksudnya tujuh lapisan pembentuk bumi).

            Bangunan Ka’bah yang merupakan kiblatnya umat Islam yang terletak di Masjidil Haram di kota suci Mekkah Al-Mukarommah. Ia merupakan bangunan yang harus dikunjungi jamaah haji. Sedikit informasi terkait Ka’bah yang tidak kita ketahui sebelum ini :

1.      Mekkah adalah merupakan wilayah yang memiliki grafitasi paling stabil.
2.      Tekanan grafitasinya tinggi, dan disitulah berpusatnya kebisingan yang membangun yang tidak bisa didengar oleh telinga.
3.      Tekanan grafitasi yang tinggi berdampak langsung pada system imun tubuh untuk bertindak sebagai pertahanan dari segala serangan penyakit.
4.      Gravitasi tinggi = electron ion negative yang berkumpul disitu tinggi = doa akan termakbul karena di situ adalah  tempat gema atau ruang dalam waktu bersamaan
5.      Apa yang diniatkan di hati adalah gema yang tidak bisa didengar tetapi bisa dideteksi frekwansinya. Pengaruh electron menyebabkan kekuatan internal kembali tinggi, penuh semangat untuk malakukan ibadah, tidak ada sifat putus asa, mau terus hidup, penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT.
6.      Gelombang radio tidak bisa mendeteksi posisi Ka’bah.
7.      Bahkan teknologi satelitpun tidak bisa meneropong apa yang ada di dalam Ka’bah. Frekwensi radio tidak mungkin dapat membaca apa-apa yang ada didalam Ka’bah karena tekanan grafitasi yang tinggi.
8.      Tempat yang paling tinggi tekanan grafitasinya, memiliki konten garam dan aliran anak sungai di bawah tanah yang banyak. Sebab itulah bila kita shalat di Masjidil Haram meskipun ditempat terbuka tanpa atap masih terasa dingin.
9.      Ka’bah bukan sekedar bangunan hitam empat persegi tetapi satu tempat yang paling ajaib karena disitu pemusatan energy, grafitasi, zona magnetism nol dan tempat yang paling di Rahmati.
10.  Tidur dengan posisi menghadap Ka’bah secara otomatis otak tengah akan terangsang sangat aktif sampai tulang belakang dan menghasilkan sel darah.
11.  Pergerakan mengelilingi Ka’bah arah lawan jam memberikan energy hidup alami dari alam semesta. Semua yang ada didalam ini bergerak menurut lawan jam, Allah SWT telah menentukan hukumnya begitu.
12.  Peredaran darah atau apa saja didalam tubuh manusia sesuai lawan jam. Justru dengan mengelilingi Ka’bah menurut lawan jam, berarti sirkulasi darah di dalam tubuh meningkat dan sudah tentunya menambah energy. Sebab itulah orang yang berada di Mekkah selalu bertenaga, sehat dan panjang umur.
13.  Sedangkan bilangan tujuh itu adalah simbolik ke tidak terhingga banyaknya. Angka tujuh itu berarti tidak terbatas atau terlalu banyak. Dengan melakukan tujuh kali putaran sebenarnya kita mendapat ibadah yang tidak terbatas jumlahnya.
14.  Larangan memakai topi, songkok atau menutup kepala, karena rambut dan bulu roma (pria) adalah ibarat antenna untuk menerima gelombang yang baik yang dipancarkan langsung dari Ka’bah. Sebab itulah setelah melakukan haji kita seperti dilahirkan kembali sebagai manusia baru karena segala yang buruk telah ditarik dan diganti dengan nur atau cahaya yang baru.
15.  Setelah selesai semua itu barulah bercukur atau tahalul. Tujuannya untuk melepaskan diri dari pantangan larangan dalam ihram. Namun rahasia dibaliknya adalah untuk membersihkan antenna atau reseptor kita dari segala kekotoran sehingga hanya gelombang yang baik saja akan diterima oleh tubuh.
(dari berbagai sumber pilihan)

Rabu, Maret 27, 2013

Keutamaan Surat Al Ikhlas



Rasulullah Muhammad SAW pada suatu ketika bersabda: 
”Demi Allah yang jiwaku ditangan-Nya, sesungguhnya
  قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ QUL HUWALLAHU AHAD itu tertulis di sayap malaikat Jibrail a.s,   
  اللَّهُ الصَّمَدُ ALLAHHUS SOMAD itu tertulis disayap malaikat Mikail a.s,
 لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ LAMYALID WALAM YUULAD tertulis pada, sayap malaikat Izrail a.s, 
 وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ WALAM YAKULLAHU KUFUWAN AHAD tertulis pada sayap malaikat Israfil a.s.”

 Itu adalah salah satu fakta tentang kebesaran surat Al Ikhlas. Surat ini bunyinya cukup pendek yaitu: 

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ ﴿٤

QULHUWALLAHUAHAD. ALLAHUSSAMAD. LAM YALID WALAM YU-LAD. WALAM YAKUL LAHU KUFUWANAHAD.

Surah Al-Ikhlas “Memurnikan Keesaan Allah” adalah surah ke-112 dalam al-Qur’an. Surah ini tergolong surat Makkiyah, terdiri atas 4 ayat dan pokok isinya adalah menegaskan keesaan Allah sembari menolak segala bentuk penyekutuan terhadap-Nya. Kalimat inti dari surat ini adalah “ALLAHU AHAD, ALLAHUS SHAMAD” (Allah Maha Esa, Allah tempat bergantung). Peristiwa yang mendahului turunnya surat ini (asbabun nuzul) adalah ketika Bani Quraisy di Mekkah menanyakan siapa leluhur Allah SWT. Kemudian peristiwa berikutnya terjadi di Madinah dimana orang Nasrani atau orang Arab lain menanyakan gambaran Allah sehingga Allah SWT kemudian turun surat ini.
Kebesaran surat al Ikhlas yang lain terungkap dalam dua hadits berikut ini:

Berkata Ibnu Abbas r.a. bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
 
Ketika saya(Rasulullah SAW) isra’ ke langit, saya melihat Arasy diatas 360,000 pilar dan jarak jauh antara satu pilar ke satu pilar yang lain ialah 300,000 tahun perjalanan. Pada tiap-tiap pilar itu terdapat padang pasir yang jumlahnya 12,000 dan luasnya setiap satu padang itu seluas dari timur hingga ke barat. Pada setiap padang itu terdapat 80,000 malaikat yang mana kesemuanya membaca surat Al-Ikhlas. Setelah mereka selesai membaca surah tersebut maka berkata mereka: ”Wahai Tuhan kami, sesungguhnya pahala dari bacaan kami ini kami berikan kepada orang yang membaca surah Al-Ikhlas baik lelaki maupun perempuan.”

Riwayat Anas bin Malik juga merekam kisah berkaitan surat Al-Ikhlas:

Suatu ketika 70.000 malaikat diutus kepada seorang sahabat di Madinah yang meninggal hingga meredupkan cahaya matahari. 70.000 malaikat itu diutus hanya karena ia sering membaca surat ini. Dan karena banyaknya malaikat yang diutus, Anas bin Malik yang saat itu bersama Nabi Muhammad SAW di Tabuk merasakan cahaya matahari redup tidak seperti biasanya dan malaikat Jibril datang kepada Nabi untuk memberitakan kejadian yang sedang terjadi di Madinah.

 MANFAAT MEMBACA AL IKHLAS

  1. Bacalah surah Al-Ikhlas sebanyak 3 kali sebelum masuk rumah kemudian langkahkan kaki kanan dan dengan membaca bismillah maka rumah yang akan  dimasuki dipenuhi cahaya surga, aman tentram dan sejahtera atas ijin-NYA
  2. Rasulullah S.A.W bersabda: Barangsiapa membaca surah Al-Ikhlas sewaktu sakit sehingga dia meninggal dunia, maka tubuhnya tidak akan membusuk di dalam kuburnya, akan selamat dia dari kesempitan kuburnya dan para malaikat akan membawanya dengan sayap mereka melintasi titian siratul mustaqim lalu menuju ke syurga.(HR Qurthuby).
  3. Membaca Al Ikhlas tiga kali pahalanya sama dengan membaca seluruh isi Al Qur’an. Sebagaimana Rasulullah SAW pernah bertanya yang mengudang teka-teki kepada umatnya; ”Siapakah antara kamu yang dapat khatam Qur’an dalam jangka waktu sangat singkat?” Tiada seorang dari sahabatnya yang menjawab. Saiyidina Umar RA bahkan mengatakan bahwa mustahil untuk khatam Al Qur’an dalam begitu cepat. Akhirnya Saiyyidina Ali RA mengangkat tangan dan membaca surah Al-Ikhlas tiga kali. Rasulullah SAW mengatakan bahwa Saiyidina Ali betul. Membaca surah Al-Ikhlas satu kali pahalanya sama dengan membaca 10 juz. Lalu dengan membaca surah Al-Ikhlas sebanyak tiga kali sama dengan membaca 30 juz Al-Quran.